NKRI 3015 Mari Mewariskan Negara Sejahtera kepada Anak Cucu Kita

NKRI 3015: Mari Mewariskan Negara Sejahtera kepada Anak-Cucu Kita

Konsep ‘Kaya’ di masyarakat kita, sering dimaknai sebagai ‘Kaya Tujuh Turunan’. Saya membayangkan, bahwa jika kekayaan tersebut dimaknai terbatas pada kekayaan finansial dan kepemilikan aset, maka konsekuensinya setiap keluarga pasti akan saling memperebutkan sumberdaya yang memang langka. Artinya, meski kita hidup di satu negara dan kita menyatakan diri memiliki misi dan visi kebangsaan yang sama, namun ketika kita memaknai ‘Kaya’ sebagai kekayaan finansial untuk diturunkan 7 turunan, maka tak pelak setiap keluarga akan saling gontok-gontokkan memperebutkan sumberdaya yang memang langka itu. Artinya di negara tersebut, orang cenderung tidak bekerja sama dan cenderung memainkan non-cooperative games.
Hal ini akan berbeda jika kita memaknai ‘Kaya 7 Turunan’ sebagai upaya untuk mewariskan sistem yang membentuk negara sejahtera tempat anak-cucu kita hidup di masa yang akan datang. Jika ini pemaknaan ‘Kaya 7 Turunan’, maka semua elemen bangsa akan cenderung untuk bekerja sama mewujudkan cita-cita luruh tersebut. Didasarkan pada konsep ini, generasi saat ini akan cenderung untuk bekerja keras guna menciptakan sistem negara sejahtera yang dapat diwariskan kepada anak-cucu mereka. Konsekuensi dari hal ini adalah kecenderungan setiap elemen bangsa bekerja sama dan memainkan cooperative games untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut.
Tendensi masyarakat yang cenderung memainkan non-cooperative games, kuatnya silo-silo antar kementerian dan lembaga, dan sulitnya kata ‘kooordinasi’ dilaksanakan di lapangan, mendorong saya memikirkan cara agar elemen bangsa ini mau bekerjasama. Bagaimana mengubah kecenderungan memainkan non-cooperative games menuju ke kebutuhan memainkan cooperative games, ternyata sangat kompleks karena bermuara pada utility functions dari masing-masing Individu. Untuk itulah konsep NKRI 3015 atau kelanggengan NKRI selama 1000 tahun kami usulkan sebagai upaya agar setiap elemen bangsa menyamakan misi dan visi kebangsaan untuk bersama-sama bekerja giat mewujudkan cita-cita kelangsungan NKRI selama 1000 tahun ke depan.

2 thoughts on “NKRI 3015 Mari Mewariskan Negara Sejahtera kepada Anak Cucu Kita”

  1. Lho, katanya (1) gotong royong (2) adiluhung? (3) sugih tanpo bondho? (4) pager mangkok vs pager bethek? (5) mangan-ora mangan waton kumpul? Dsb. Sebetulnya, hal-hal itu konsep asli Jawa, ataukah asing, pak Rimawan Pradiptyo? Kalau asli, kapan hilangnya?

  2. Pak Jazi Eko Istiyanto, hasil riset kami di 2010 menunjukkan subyek civitas akademika di UGM cenderung enggan berkoordinasi. Hasil ini berlawanan dengan eksperimen serupa yg dilakukan di negara2 Barat. Fakta di lapangan juga menunjukkan tingginya silo2, baik antar daerah maupun antar lembaga. Sejak itu saya memikirkan bagaimana cara mentransformasi dari kecenderungan memainkan non-cooperative games menuju ke cooperative games.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *